RSUD Sekayu Musi Banyuasin | Sejarah
" MENJADI RUMAH SAKIT RUJUKAN REGIONAL BERSTANDAR INTERNASIONAL TAHUN 2019 "

SEJARAH



RSUD Sekayu dibangun pada zaman Belanda yaitu tepatnya pada tahun 1937 yang berlokasi di Jalan Dr. Slamet Imam Santoso Sekayu.Kegiatan pelayanan kesehatan dirumah sakit pada waktu itu terfokus pada rawat jalan dan rawat inap dengan kapasitas 10 tempat tidur.Sedangkan dokter pertama yang bertugas di RSUD Sekayu adalah Dr. Slamet Imam Santoso. Untuk mengenang jasa-jasa beliau dalam memberikan pelayanan kesehatan pada masa perjuangan kemerdekaan, maka diabadikan menjadi nama jalan di depan gedung RSUD Sekayu (saat ini sudah berubah fungsi menjadi Puskesmas Kota Sekayu).


Pada tahun 1963 bersamaan dengan kepindahan Ibukota Kabupaten Musi Banyuasin dari Palembang ke Sekayu, RSUD Sekayu sedikit mengalami perkembangan dengan perubahan tipe menjadi Rumah Sakit Tipe D dengan kapasitas 42 tempat tidur.


Pada tahun 1970 dilakukan renovasi gedung RSUD Sekayu dengan penambahan gedung perawatan bertingkat. Gambaran RSUD Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin kelas D sebagai berikut : RSUD Sekayu memiliki luas 2500 m2 dengan luas bangunan 1105 m2, terletak di pinggir Sungai Musi dan sering mengalami kebanjiran akibatnya rumah sakit terkesan kumuh dan tidak terawat, lokasi yang berada di lingkungan rumah penduduk serta area lahan terbatas sehingga tidak memungkinkan untuk dikembangkan. Kapasitas tempat tempat tidur sebanyak 42 tempat tidur.


Pada tahun 1996 Pemerintah Daerah merencanakan realokasi/pemindahan gedung RSUD Sekayu kelokasi baru yang terletak di jalan kol.Wahid Udin Lingkungan I Kayuara. Untuk merealisasikan rencana tersebut ± 6,7 ha. Kemudian dilakukan proses penimbunan terhadap lahan yang merupakan lahan persawahan/daerah rawa-rawa hingga menjadi lahan bebas banjir.


Pada tanggal 6 Mei 1997 dilakukan pembanguan fisik tahap I dan II.Pembangunan gedung secara resmi ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan gedung RSUD Sekayu dilakukan oleh Dirjen Pelayanan Medik Departemen Kesehatan RI yang pada saat itu dijabat oleh dr. Suyoga, MPH,. Kemudian diteruskan dengan penyelesaian pengerjaan fisik bangunan dan pengadaan peralatan.


Tepat pada tanggal 23 Maret 1999 kegiatan operasional RSUD Sekayu pindah dari rumah sakit lama ke lokasi baru yang berada di jalan kol. Wahid Udin Lingkungan I Kelurahan Kayuara Kabupaten Musi Banyuasin dengan kapasitas 60 tempat tidur. Fasilitas dan saranan kegiatan pelayanan dilengkapi.


Pada tanggal 10 Februari 2000 ditetapkan menjadi kelas Type C dengan Surat Keputusan Bupati MUBA Nomor :058/SK/IV/2000, dengan 60 TT, 4 dokter spesialis (Anak, Kebidanan dan Kandungan, Penyakit Dalam dan Bedah).


Pada Tahun 2017, ada perubahan kepemimpinan Direktur RSUD Sekayu yaitu Bapak dr. Makson Parulian Purba MARS . Dibawah kepemimpinan dr. Makson Parulian Purba MARS, RSUD Sekayu melakukan Kegiatan survei ulang akreditasi oleh tim KARS Pusat untuk mendapatkan Tingkat paripurna yang dilaksanakan 12 Mei 2017 RSUD Sekayu menjadi Kelas Type B. Hasil survei ulang akreditasi tersebut telah keluar dan RSUD Sekayu mendapatkan Tingkat Paripurna (bintang lima) dikeluarkan pada 26 Mei 2017 berlaku hingga 10 Oktober 2019.


Survei / Penilaian Akreditasi bertujuan untuk mengetahui apakah pelayanan Rumah sakit telah memenuhi standar Akreditasi . Survei Akreditasi Baru di RSUD Sekayu ini menjadi tolak Ukur perubahan pola pikir dan budaya RSUD sekayu dari yang berorientasi kepada provider menjadi berorientasi kepada pasien. Dan juga adanya komitmen pihak RSUD Sekayu untuk meningkatkan mutu pelayanan berdasarkan standar pelayanan Rumah Sakit Yang berlaku sehingga kepuasan pasien meningkat.


Survei Akreditasi bisa menambah semangat seluruh karyawan dan tenaga medis di RSUD Sekayu supaya dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.Kita harus buktikan bahwa RSUD Sekayu ini tidak kalah dibandingkan dengan RS Lain dalam memberikan pelayanan yang terbaik dan berstandar kepada masyarakat Musi Banyuasin.


PERKEMBANGAN RSUD SEKAYU TAHUN 2007-2008


PERIODE PERSIAPAN (2007)


Pada tahun 2007 dilakukan pembangunan gedung baru RSUD Sekayu dan mulai operasional Rawat Jalan (Tahap Awal) pada Bulan Maret 2008. Gedung baru dengan penambahan gedung perawatan bertingkat, dengan kapasitas 150 (seratus lima puluh) tempat tidur.RSUD Sekayu menjadi pusat rujukan 25 unit Puskesmas, 103 Pustu, 142 Polindes serta 22 unit Puskesmas Keliling.


RSUD Sekayu Kelas C yang berlokasi di Jalan Kolonel Wahid Udin Lingkungan I Kecamatan Kayuara Kabupaten Musi Banyuasin mempunyai luas tanah …… ha dengan luas bangunan mencapai ………. m2 yang berbatasan dengan :
Sebelah Utara berbatas : Gedung SMP 6 Unggul Sekayu Kab. Muba
Sebelah Selatan berbatas : Gedung AKPER Kab. Musi Banyuasin
Sebelah Barat berbatas : Tanah penduduk (area persawahan)
Sebelah Timur berbatas : Jalan raya (Jalan Kol. Wahid Udin)


Pada awalnya RSUD Sekayu kelas C hanya memiliki 60 tempat tidur dengan fasilitas dan jenis pelayanan seperti layaknya RSU Tipe C lainya, yang mempunyai 4 orang dokter spesialis yaitu; Spesialis Kebidanan dan Kandungan, Spesialis Penyakit Dalam, Spesialis Bedah, Spesialis Anak. Namun pada kenyataannya hanya Spesialis Penyakit Dalam dan Spesialis Anak yang ada, sedangkan dua Spesialis lainnya adalah Tenaga Kontrak. Banyak hal substansi dan finansial yang dihadapi RSUD Sekayu pada masa ini, antara lain jumlah tenaga perawatan yang kurang, gedung baru yang belum rampung sehingga diperlukan adaptasi dalam hal pemantauan dan pemeliharaannya. Persiapan pelayanan fisik gedung baru disertai pula pelaksanaan kegiatan-kegiatan perubahan kelembagaan RSUD Sekayu menuju Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dengan segala substansi yang mendukung.



PERIODE PEMANTAPAN (2008)


Pemerintah Daerah Musi Banyuasin menginginkan Rumah Sakit Umum Daerah Sekayu menjadi Rumah Sakit yang efektif dan berkualitas dalam memenuhi kebutuhan masyarakat Kabupaten Musi Banyuasin dari semua lapisan. Sehingga Pada tahun 2007, Pemerintah Daerah KabupatenMusi Banyuasin membangun gedung baru untuk Rumah Sakit Umum Daerah Sekayu, hal ini memacu kami untuk melakukan peningkatan sarana dan fasilitas pelayanan serta peningkatan dan pengembangan sumber daya manusia kesehatan di rumah sakit yang memenuhi harapan dan kebutuhan seluruh masyarakat Kabupaten Musi Banyuasin.


Seiring dengan upaya mewujudkan visi dan misi Kabupaten Musi Banyuasin, Pemerintah Republik Indonesia mengeluarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 23 tahun 2005, tanggal 13 Juni 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (BLU), Rumah Sakit Umum Daerah Sekayu mengalami perubahan status institusi dari Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kabupaten Musi Banyuasin ke Badan Layanan Umum Daerah Musi Banyuasin berdasarkan Surat keputusan Bupati Musi Banyuasin Nomor : 451 Tahun 2008 pada tanggal 31 MARET 2008, tentang Penetapan Rumah Sakit Umum Daerah Sekayu sebagai Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Musi Banyuasin yang menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD) secara penuh.


Tujuan Pemerintah Daerah Kabupaten Musi Banyuasin mengubah status kelembagaannya Rumah Sakit Umum Daerah Sekayu menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) adalah memberi kewenangan dalam pengelolaan keuangan dan tetap sebagai Badan Layanan Umum nirlaba dan senantiasa berorientasi kepada kepentingan masyarakat. Dalam melaksanakan kegiatannya, BLUD berfungsi sosial, professional dan etis dengan pengelolaan yang ekonomis serta tidak semata-mata mencari keuntungan.


Rumah Sakit Umum Daerah Sekayu, yang terletak di jalan Kolonel Wahid Udin Lingkungan I Kayuara, Sekayu (Sebelah RSUD Sekayu gedung lama), mempunyai fasilitas untuk menyelenggarakan berbagai jenis pelayanan spesialis dan sub spesialis dan menjadi pusat rujukan di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin dan sekitarnya. RSUD Sekayu terdiri dari gedung A, B, C, D masing-masing 2 (dua) lantai.



Pendaftaran Online

Saran/Kritik

Akreditasi

Konsultasi Kesehatan

Pojok Zona Integritas

Whistleblowing System

Unit Pengendalian Gratifikasi

PPID

Download

Penanganan Keluhan